Kebijakan perluasan ganjil genap di ibu kota membawa berkah bagi sebagian kalangan. Salah satunya adalah pasar mobil bekas yang mengalami peningkatan karena aturan tersebut.

Sebagaimana Agen Mobil Bekas Kebanjiran Rejeki Karena Ganjil Genap, pasar mobil bekas menunjukkan grafik peningkatan. Beberapa pedagang mobil bekas mulai merasakan hal tersebut semenjak akhir bulan Juni 2018.

Penjualan Agen Mobil Bekas Kebanjiran Rejeki Karena Ganjil Genap Menurut mereka, banyak faktor yang membuat penjualan mobil bekas terdongkrak naik. Namun secara global faktor utamanya adalah keterbatasan dana. Adapun faktor lainnya meliputi:

1. Naiknya nilai tukar mata uang Dollar AS terhadap Rupiah
Meningkatnya nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah memaksa produsen melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga jual mobil baru, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

2. Kebutuhan sekolah anak dan lebaran
Masuk bulan Juni banyak kebutuhan yang harus dikeluarkan oleh para orang tua. Selain bebarengan dengan kebutuhan lebaran, anak-anak juga sedang bersiap memasuki tahun ajaran baru sekolah. Sudah pasti banyak dua kebutuhan tersebut diprioritaskan ketimbang digunakan buat beli mobil baru.

Baca : Harga Dan Spesifikasi Mobil Honda New Odyssey Di Solo

“Kalau dilihat dari tren, mobil kecil seperti city car dan low cost green car (LCGC) itu mulai naik dari akhir Juli lalu. Mungkin karena masalah keterbatasan dana, karena habis Lebaran kemarin anak sekolah masuk ajaran baru, jadi orang tua harus spending lebih besar,” tutur salah satu pemilik diler mobil bekas di MGK Kemayoran bernama Teddy kepada salah satu awak media, Senin (27/8/2018).

3. Kebijakan ganjil genap
Bagi sebagian orang kebijakan ini merepotkan terutama bila hanya memiliki satu mobil saja. So, biar tidak repot berdesakan naik angkutan umum, banyak yang memilih membeli mobil bekas dengan plat nomor berbeda dengan yang sudah dimiliki.

“Konsumen yang beli untuk ganjil-genap juga ada, tapi memang mobilnya main di segmen harga Rp 200 juta ke bawah. Dari mobil kecil seperti Sirion, Yaris lama, sampai Avanza tahun 2009-2011 yang harganya tidak tinggi lagi,” tutur Ridwan, pedagang mobil bekas di Kawasan Pisangan, Jakarta Timur.

4. Approval ketat dari leasing
Adanya aturan ketat dari leasing soal approval pembiayaan mobil baru membuat konsumen mengalah. Dari pada memaksakan diri membeli mobil baru dengan syarat approval yang begitu rumit, mereka lebih memilih membeli mobil bekas.

“Sebagian konsumen memang ada yang spesifik mencari pelat nomor tertentu untuk membedakan mobil yang sudah dimilikinya, tapi tidak dominan. Menurut saya pengaruhnya karena faktor approval yang ketat, jadi bikin masyarakat tidak memaksakan beli mobil baru dan beralih cari mobil bekas sesuai kemampuan,” kata Business Development Manager Auto Value Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hendro Kaligis.